Baru dapat uang Lebaran, anak yatim di Pekanbaru kehilangan amplop santunan akibat jambret brutal di tengah keramaian.
Baru saja menerima santunan untuk beli baju Lebaran, seorang anak yatim di Pekanbaru harus mengalami kejadian mengerikan: amplopnya dirampas oleh jambret di tengah keramaian. Bagaimana kronologi dan reaksi warga setempat? Baca selengkapnya untuk mengetahui kisah pilu yang viral ini hanya ada di Informasi dan Laporan Kriminal.
Peristiwa Penjambretan Santunan Anak Yatim Di Pekanbaru
Pada Senin (16/3/2026) sekitar pukul 10.30 WIB, sebuah kejadian memilukan terjadi di Jalan Unggas, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru. Dua anak yatim bernama Alim (10) dan Rama (8) menjadi korban penjambretan saat membawa pulang santunan yang baru mereka terima dari sebuah masjid di sekitar tempat tinggal mereka.
Amplop berisi uang Rp1,5 juta yang dipegang Alim tiba‑tiba dirampas oleh seorang pelaku yang mengendarai sepeda motor. Aksi kejam itu terekam kamera pengawas (CCTV) dan videonya langsung viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Instagram @cctvpekanbaru1.
Warga sekitar dan netizen langsung bereaksi pedih melihat adegan tersebut. Video yang tersebar menampilkan pelaku berpakaian jaket hoodie biru dongker menghampiri kedua anak itu dan dalam sekejap mengambil amplop sebelum melarikan diri.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Kronologi Kejadian Penjambretan
Kejadian bermula saat Alim dan Rama berjalan pulang setelah menerima santunan dari Masjid Al Ikhlas yang tak jauh dari rumah mereka. Uang itu rencananya akan digunakan untuk membeli baju dan kebutuhan Lebaran, sekaligus membantu ibu mereka di rumah.
Pada saat itu, seorang pelaku yang mengendarai sepeda motor menghampiri kedua bocah tersebut. Ia sempat berpura‑pura bertanya kepada korban lalu secara tiba‑tiba memutar motor dan menyambar amplop berisi uang santunan yang dipegang Alim.
Peristiwa itu berlangsung cepat dan pelaku segera melarikan diri. Kedua anak hanya bisa terpaku dan menunjukkan reaksi kaget serta sedih setelah kehilangan amplop yang sangat berarti bagi mereka.
Baca Juga:Â Ngeri! Penolakan Seks Berujung Maut, Ini Motif Pelaku Kasus Boks Di Medan
Reaksi Warga Dan Viralnya Video
Rekaman aksi penjambretan itu langsung viral di media sosial dan menjadi perhatian publik. Banyak warga yang menyatakan kemarahan dan dukungan kepada korban lewat komentar di berbagai platform, terutama Instagram.
Netizen mengecam tindakan pelaku yang dinilai biadab, karena menyasar anak‑anak yang membawa santunan dari masjid. Video tersebut menjadi sorotan para netizen hingga membuat banyak yang berharap pihak berwajib segera menangkap pelaku.
Warga juga menyampaikan simpati kepada Alim dan Rama serta keluarga mereka. Banyak pengguna media sosial yang merasa prihatin melihat bocah yang kehilangan uang yang seharusnya menjadi harapan kebahagiaan menjelang Lebaran.
Tanggapan Kepolisian Dan Identifikasi Pelaku
Polisi dari Polsek Bukitraya langsung menindaklanjuti laporan tersebut. Kanit Reskrim setempat, Iptu Zamhur, membenarkan kejadian penjambretan dan menyatakan pihaknya sudah menerima laporan resmi dari keluarga korban.
Kepolisian kini mengantongi identitas pelaku berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) serta analisis rekaman CCTV yang tersebar. Proses penyelidikan masih terus dilakukan untuk menangkap pelaku secepatnya.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi kejahatan jalanan seperti penjambretan, terutama di area yang ramai. Masyarakat diminta segera melaporkan bila ada tindakan mencurigakan di lingkungan sekitar.
Bantuan Dan Dukungan Untuk Korban
Mengetahui peristiwa tragis itu, anggota DPRD Kota Pekanbaru, Zulkardi, merasa prihatin dan turun tangan membantu. Ia menemui Alim dan Rama di rumah mereka untuk mendengarkan cerita kedua bocah secara langsung.
Zulkardi kemudian mengganti uang santunan yang hilang serta mengajak kedua korban berbelanja kebutuhan Lebaran di salah satu pusat perbelanjaan. Selain itu, Alim dan Rama juga menerima bantuan berupa sembako, THR, serta perlengkapan sekolah.
Bantuan ini dimaksudkan agar anak‑anak yatim tersebut tetap bisa merasakan kebahagiaan menjelang Lebaran, meskipun sempat mengalami pengalaman yang sangat mengecewakan dan memilukan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari regional.kompas.com
- Gambar Kedua dari regional.kompas.com